Perspektif‬ - ‪Perspective ‬- Cara Sudut Pandang

#‎Perspektif‬ - ‪#‎Perspective‬- Cara Sudut Pandang

Tentang kisah seorang Ayah yang menjadi pedagang,
yang berpesan kepada kedua puteranya,menjelang kematiannya.

Pesannya :
1.Jangan menagih hutang dagangannya.
2.Jangan terkena matahari saat berdagang.

Setelah 1 tahun,sang Ibu menengok keadaan kedua puteranya.

Ketika menengok putera pertamanya,sang Ibu melihat keadaan puteranya dalam keadaan kesusahan dan miskin.Lalu ditanyakan kepadanya,mengapa keadaanmu seperti ini?

Jawab putera pertamanya :
Alhamdulillah,ini karena saya melaksanakan wasiat pesan Ayah,yaitu :
1.Jangan menagih hutang dagangannya,
maka saya tidak pernah menagih hutang para pelanggan saya.
2.Jangan terkena matahari saat berdagang,
maka kemana-mana saya selalu sewa mobil atau pakai taxi.

Lalu sang Ibu menengok puteranya yang kedua,dan melihat puteranya dalam keadaan sejahtera dan berkecukupan,lalu ditanyakan kepadanya,mengapa dia bisa demikian keadaannya?

Jawab putera keduanya :
Alhamdulillah,ini karena saya melaksanakan wasiat Ayah,yaitu :
1.Jangan menagih hutang dagangannya,
maka saya selalu menjual cash/tunai dagangan2 saya.
2.Jangan terkena matahari saat berdagang,
maka saya selalu berangkat sebelum matahari terbit,
dan pulang ketika matahari terbenam.

Pesan moral :
Pertama :
Keaneka ragaman dalam cara berpikir & cara memandang kehidupan,menjadikan kita2 berbeda2 keadaan & berbeda dalam bersikap,walaupun sama2 hidup di dunia yang sama,dibawah matahari yang sama,bahkan walaupun ber-Tuhan,ber-Kitab,ber-Nabi,ber-Guru,ber-orang tua,dan bersekolah di tempat yang sama.

Cara berpikir dan cara pandang mata & hati kita adalah ibarat kaca mata.

Jika "kaca mata" kita gelap,maka gelaplah dunia kita.
Jika "kaca mata" kita bening,maka cerahlah dunia kita.

Kedua :
Benar dan salah menurut manusia bersifat relatif.
Sementara kebenaran Tuhan bersifat Mutlak.

Maka carilah Guru2 yang Mursyid agar tidak tersesat,
sebagaimana Iblis yang memandang baik dan benar cara pandangnya,dan memandang salah cara pandang Tuhannya.

Ketika Nabi Adam alaihissalam berbuat salah,dia memohon ampun.
Sedang Iblis jika bersalah,dia menyalahkan takdir Tuhannya
dan minta ditangguhkan hukumannya sampai hari kiamat.

Bahkan dalam Surah Al-Kahfi dikisahkan,
seorang Nabi Musa alaihissalam pun "berbeda" cara pikir & cara pandangnya,
dengan Kanjeng Nabi Khidr alaihissalam,
apalagi cuman diri2 kita2 yang "salah" dalam memandang kehidupan.

Kesimpulan :
1.Tugas kita hanya menyampaikan kebaikan dengan cara yang baik,
di waktu yang tepat dengan tujuan yang baik.
2.‪#‎IQRO‬' - bacalah yang tersurat dan yang tersirat,
ayat2 kauniyah & ayat2 qouliyah-NYA.
3.Lebih bersikap bijaksana dalam menyikapi segala perbedaan,
khususnya di dunia ‪#‎facebook‬ ini.
4.‪#‎Indonesia‬ adalah negara Bhinneka Tunggal Ika,
yang bermakna meskipun berbeda-beda tetapi pada hakikatnya bangsa Indonesia tetap adalah satu kesatuan.

Semoga bermanfaat 'n have a nice day
- cmiiw

source :
https://id.wikipedia.org/wiki/Bhinneka_Tunggal_Ika

0 komentar:

Posting Komentar